kayseri escort
23-01-2022 21:12:13

KARYA-KARYA YANG HİLANG DARİ FRİDA KAHLO

Karya-karya pelukis perempuan Meksiko, Frida Kahlo, yang hilang atau tak terlalu terkenal itu memberikan pandangan baru ihwal kehidupan dan karyanya. Holly Williams menggali karya-karya yang jarang terlihat tersebut ke dalam sebuah buku baru perihal lukisan-lukisannya secara lengkap.
KARYA-KARYA YANG HİLANG DARİ FRİDA KAHLO


Anda pasti tahu siapa Frida Kahlo. Dia adalah seniman perempuan yang paling termasyhur sepanjang masa, dan sosoknya langsung dapat dikenali.

Kahlo dapat ditemukan di mana-mana, pada kaos oblong, buku catatan dan aneka gelas (mug).

Ketika menulis artikel ini, saya melihat pilihan cenderamata berupa gambar-gambar kartun Kahlo yang lucu di jendela sebuah toko, yang jaraknya sekitar tiga menit berjalan kaki dari rumah saya.

Saya yakin banyak pembaca yang memiliki penilaian yang sama terhadap representasi dirinya, alisnya yang menyatu dan pakaian tradisional Meksiko, ikat kepala bunga, serta lipstik merah.

Hal ini sebagian karena citra dirinya sendiri adalah subyek utama bagi Kahlo - sekitar sepertiga karyanya adalah potret diri.

Walaupun dia tutup usia pada 1954, karyanya masih terlihat segar: potret dirinya berbicara banyak tentang identitas, tentang kebutuhan untuk menggambarkan dirinya sendiri dan menceritakan kisahnya sendiri.

Dia melukis dirinya sendiri menatap langsung ke arah orang-orang yang melihatnya: langsung, tegas, menantang.

Semua ini artinya Kahlo dapat dikategorikan dalam narasi feminis kontemporer tertentu - perempuan mandiri yang kuat, menggunakan diri sendiri sebagai subyeknya, dan tidak berhenti mengeksplorasi aspek rumit, berantakan dan menyakitkan sebagai sosok perempuan.

Lukisan-lukisannya sangat mewakili elemen dramatis dari kehidupannya yang juga dramatis: keguguran, dan tidak bisa memiliki anak; kesakitan (dia mengalami kecelakaan yang mengerikan pada usia 18 tahun, dan mengalami penderitaan fisik seumur hidupnya); cinta yang besar (dia memiliki hubungan yang menggelora dengan seniman Meksiko, Diego Rivera, serta banyak kekasih lain baik perempuan maupun laki-laki, termasuk Leon Trotsky), serta kecemburuannya yang besar (Rivera berselingkuh beberapa kali, termasuk dengan saudara perempuannya).

Tetapi itu belum semua mereka perlihatkan - karya seninya tidak selalu tentang hidupnya, meski Anda dapat dimaafkan karena berasumsi demikian.

Buku-buku ditulis untuk menceritakan traumanya, kisah cintanya; dia menjadi subyek film Hollywood yang dibintangi Salma Hayek.

Kahlo telah menjadi topik menguntungkan secara ekonomi, semacam jaminan demi membujuk para pengunjung memasuki pintu galeri-galeri, meski yang mereka lihat lebih merupakan kisah perempuan tersebut ketimbang karya-karyanya.

Tetapi bagaimana dengan karya-karyanya?

Bagi sejumlah pakar sejarah seni, fokus terus-menerus terhadap sosoknya ketimbang karya-karyanya, menjadi sangat melelahkan, itulah mengapa sebuah buku baru yang monumental bertajuk Frida Kahlo: The Complete Painting yang baru saja dipublikasikan oleh Taschen, untuk pertama kalinya menawarkan sebuah survei terhadap seluruh karyanya.

Sejarawan seni Meksiko, Luis-Martin Lozano, bekerja sama dengan Andrea Kettenmann dan Marina Vázquez Ramos, menyajikan catatan-catatan pada setiap karya Kahlo, total sekitar 152 karya, termasuk beberapa karya yang hilang, yang hanya kita lihat lewat foto-foto.

Berbicara dengan Lozano melalui panggilan video dari Meksiko City, saya menanyakan apakah survei komprensif terhadap karya-karyanya ini sudah terlambat, mengingat sudah ada banyak pameran tentangnya di seluruh dunia?

"Sebagai seorang sejarawan seni, minat utama saya terhadap Kahlo adalah karyanya sebagai seniman.

"Jika ini telah menjadi perhatian utama dari banyak proyek di beberapa dekade terakhir ini, mungkin saya akan mengatakan bahwa buku ini tidak perlu ada.

"Tetapi kenyataannya, belum ada yang melakukannya," katanya.

"Kebanyakan orang di pameran-pameran itu lebih tertarik pada pribadinya - siapa dia, bagaimana dia berbusana, dengan siapa dia tidur, para kekasihnya, cerita tentangnya."

Karena hal itu, pameran-pameran dan katalog-katalog lebih sering menampilkan cerita itu, dan cenderung "mengulang-ulang lukisan-lukisan yang sama, dan gagasan yang sama tentang lukisan-lukisan tersebut. Mereka mengesampingkan sejumlah besar karya," kata Lozano.

Buku-buku juga membahas hal yang sama: "Anda mengulang hal yang sama, dan hal itu akan laku - karena segala hal tentang Kahlo menjual.

"Sebenarnya ini sangat disayangkan, tetapi dia sudah menjadi barang dagangan. Tetapi ini juga menjelaskan kenapa [pameran-pameran dan buku-buku] tidak bisa melampaui itu - karena mereka tidak membutuhkannya."

Hasilnya adalah sejumlah kesalahan - lukisan-lukisan dengan judul yang salah, salah penanggalan atau kualitas foto-foto reproduksi yang buruk dan tidak berwarna.

Tetapi hal ini juga berarti bahwa gagasan tentang apa yang dia kerjakan selalu diulang, lagi dan lagi.

"Tingkat interpretasi menjadi terkontaminasi," kata Lozano.

"Semua yang mereka katakan tentang lukisan-lukisan itu secara berulang-ulang, adalah 'oh ini karena dia mencintai Rivera', 'karena dia tidak bisa punya anak', 'karena dia dirawat di rumah sakit'.

Pada beberapa kasus, ada benarnya, tetapi sebaliknya justru lebih banyak.

Sebanyak 152 lukisan, bukanlah jumlah yang banyak bagi seniman besar.

Dan, yang mengherankan, beberapa dari lukisan tersebut belum pernah ditulis sebelumnya: "tidak pernah, satu kalimat pun!" Lozano tergelak.

"Ini benar-benar kacau, dalam konteks sejarah seni."

Menawarkan survei komprehensif tentang karya-karyanya berarti mengangkat kembali karya yang hilang atau yang tidak terlalu terkenal, termasuk karya-karya yang telah dilelang selama beberapa dekade, dan lukisan-lukisan lain yang jarang dijadikan jaminan oleh para kolektor pribadi sehingga tetap tersembunyi.

Lozano berharap dapat membuka pemahaman kita tentang Kahlo.

"Pertama-tama - siapakah dia sebagai seniman? Apa yang dia pikirkan tentang karya-karyanya? Apa yang ingin dia capai sebagai seniman? Dan apa makna karya-karyanya?

Hal ini berarti melihat karya-karya awal, yang barangkali bukan yang biasa kita kaitkan dengan Kahlo - tetapi mengungkapkan betapa dia terinspirasi oleh ayahnya, Guillermo, seorang fotografer profesional dan seorang pelukis amatir bunga buatan.

Karya-karya seperti Still Life (with Roses) yang kurang dikenal dari tahun 1925, yang tidak pernah dipamerkan sejak tahun 1953, sangat mirip dengan gaya ayahnya.

Kahlo terus melukis secara menakjubkan, dan begitu mencolok sepanjang karirnya - meskipun karya-karyanya itu kurang dikenal masyarakat umum ketimbang potret dirinya, tidak banyak dikoleksi dan tidak terlalu dibahas.

Pemahaman tentang pentingnya lukisan-lukisan itu bagi dirinya telah menguat sejak Lozano dan rekannya menemukan dokumen yang mengungkapkan minat abadi Kahlo terhadap makna simbolis tanaman.

Dia belajar ini dari ayahnya, dan mendiskusikannya dalam surat, dengan saudara tirinya, Margarita (anak ayahnya dari pernikahan sebelumnya), yang menjadi biarawati.

Mata rantai yang hilang

Surat menyurat antara Kahlo dan Margarita "membicarakan makna simbolis tentang bunga-bunga dan buah-buahan dan taman Eden, bahwa tubuh kita seperti sekuntum bunga yang harus kita rawat karena bunga itu dicabut dari surga," kata Lozano.

"Ini menakjubkan, dan membuktikan mengapa topik still life dan bunga-bunga memiliki banyak makna baginya."


Dia menawarkan makna baru tentang sebuah lukisan dari tahun 1938, yang berjudul Tunas, yang menggambarkan tiga pir berduri dalam tingkat kematangan yang berbeda - dari hijau dan belum matang sampai ke merah darah, cerah dan matang berair - sebagaimana menggambarkan pemahaman Kahlo sendiri tentang pendewasaannya sebagai seniman dan sebagai manusia, juga berpotensi menjadi simbol keagamaan (daging berwarna merah darah menggambarkan pengorbanan)

Buku The Complete Paintings juga mengalami kesulitan untuk mengungkapkan seberapa jauh peran intelektualitas Kahlo dengan perkembangan dunia seni - membantah anggapan bahwa dia mendapat pengaruh Rivera setelah pertemuan mereka pada 1928, atau bahwa karyanya merupakan jerit kesakitan perempuan, secara naluriah.

Lukisan-lukisannya mengungkapkan penelitian dan eksperimen Kahlo dalam gerakan seni, dari seorang anak muda Meksiko yang mempelajari Modernisme, Stridentisme, hingga Kubisme dan kemudian Surealisme.

"Lukisan-lukisan Frida Kahlo bukan hanya hasil dari masalah personalnya, tetapi dia juga memperhatikan sekelilingnya, pada siapa yang melukis, apa yang sedang menjadi tren, apa yang sedang dibicarakan," kata Lozano.

Dia menunjukkan lukisan avant-garde pertamanya tahun 1927-an, Pancho Villa and Adelita, dan karyanya yang hilang If Adelit, keduanya menggunakan garis-garis dan sudut-sudut yang tajam dan Modernis - sebagai bukti bahwa "dia memperhatikan tren dalam seni Meksiko, bahkan sebelum dia bertemu Rivera".

Anda juga dapat menemukan minatnya dalam Renaissance Old Masters yang cetakannya dia temukan di perpustakaan ayahnya, di masa awal karyanya: ini menunjukkan bahwa karyanya Two Women (Portrait of Salvadora and Herminia) tahun 1928, yang menggambarkan dua pelayan perempuan dengan latar belakang yang hijau dan rimbun, terinspirasi dari tradisi potret Renaissance, seperti yang terlihat dalam karya-karya Leonardo da Vinci.

Lukisan yang laku terjual pada tahun yang sama dengan pembuatannya ini tidak diketahui keberadaannya, sampai diakuisisi oleh Museum of Fine Arts, Boston pada 2015.

Mengingat dia hanya membuat sekitar 152 lukisan, jumlah lukisan yang hilang terbilang mengejutkan.

Tetapi memang, Kahlo tidak terlalu berhasil dalam hidupnya - dia tidak banyak melakukan pameran atau menjual karya-karyanya melalui galeri atau perantara, malah banyak karyanya yang dijual atau diberikan secara langsung kepada para seniman, teman-teman dan keluarga, termasuk para bintang film dan para pengagum lain yang kebanyakan hidup di luar negeri.

Itu berarti lebih sedikit jejak di atas kertas, membuatnya lebih sulit untuk melacak karya-karyanya.

Sejujurnya, melihat foto-foto hitam putih dari lukisan-lukisan itu tidak akan meningkatkan kekaguman kecuali bagi para ilmuwan garis keras - meskipun masih ada beberapa lukisan indah yang tetap hilang.

Salah satu lukisan yang hilang, karya dari tahun 1938, Girl with The Death Mask II, menggambarkan seorang bocah perempuan mengenakan masker tengkorak di sebuah lahan kosong: dingin, dan kita tahu Kahlo menggambarkan kesedihannya karena tidak dapat hamil.

Lukisan Kahlo tentang kecelakaan pesawat yang mengerikan - sekarang kita hanya memiliki fotonya - itu dibuat selama tahun-tahun kekacauan yang hebat dalam kehidupan pribadinya, setelah mengetahui perselingkuhan saudara perempuannya dengan Rivera pada 1935.

Seperti lukisannya yang sangat termasyhur lainnya, Passionately in Love atau A Few Small Nips, menggambarkan seorang perempuan yang dibunuh oleh suaminya, The Airplane Crash yang didasarkan secara dekat pada laporan berita; Tim Lozano menemukan dua artikel asli dalam penelitiannya.

Sementara Kahlo mungkin tertarik pada peristiwa traumatis ini karena dia menderita rasa sakit dalam hidupnya sendiri, tingkat ketepatan dokumenternya dalam berita eksternal di sini tidak boleh diabaikan.

Kahlo adalah seorang Komunis yang diakui, dan terlibat secara politik sepanjang hidupnya. tetapi dalam karya-karya yang kurang terkenal dari tahun-tahun terakhir hidupnya di mana Anda melihat ini muncul secara amat eksplisit.

Pada saat itu, dia menderita rasa sakit yang luar biasa, dan menjalani banyak operasi, termasuk amputasi di bawah lutut.

Tetapi Kahlo terus melukis sampai 1953, dengan susah payah tetapi juga dengan tujuan baru.

Menurut penulis biografinya Raquel Tibol, yang mendokumentasikannya, Frida berkata: "Saya sangat prihatin dengan lukisan saya.

"Lebih dari segalanya, untuk mengubahnya, membuatnya menjadi sesuatu yang berguna, karena selama ini yang saya lukis hanyalah potret saya sendiri, tetapi itu sangat jauh dari apa yang dapat dilakukan lukisan saya untuk melayani Partai [Komunis].

"Saya harus berjuang dengan seluruh kekuatan saya sehingga sejumlah kecil kebaikan yang dapat saya lakukan dengan kesehatan saya, di mana dengan cara itu akan diarahkan untuk membantu Revolusi. Itulah satu-satunya alasan sebenarnya untuk hidup."

Sikapnya itu menghasilkan karya-karya seperti Congress of the Peoples for Peace yang dibuat pada 1952 (yang belum pernah dipamerkan sejak 1953), menunjukkan seekor merpati di pohon buah-buahan yang luas - dan dua awan jamur, yang mewakili mimpi buruk Kahlo tentang perang nuklir.

Dia menjadi anggota aktif dari banyak kelompok perdamaian - mengumpulkan tanda tangan dari para seniman Meksiko untuk mendukung Dewan Perdamaian Dunia, membantu membentuk Komite Partisan untuk Perdamaian Meksiko, dan membuat lukisan ini buat Rivera untuk dibawa ke Kongres Rakyat untuk Perdamaian di Wina pada 1952.

Kehadiran burung-burung merpati terlihat pada sejumlah lukisannya yang dibuat menjelang akhir hidupnya - seperti halnya peningkatan jumlah bendera Meksiko atau skema warna (menggunakan semangka untuk mencerminkan hijau, putih dan merah bendera), menunjukkan niat Kahlo bahwa karyanya harus menunjukkan sikap nasionalisme dan komunismenya.

Dan terasa tidak nyaman, ada beberapa lukisan terakhirnya, diantaranya yang menggambarkan sosok Stalin yang penuh welas asih, karena politiknya menjadi lebih militan.

Namun, barangkali lukisan terakhirnya yang paling mengharukan adalah potret dirinya: Frida in Flames (Potret Diri Di Dalam Bunga Matahari).

Ini mengerikan, dilukis dengan cat tebal, warna-warni impasto; tak lama sebelum kematiannya, Kahlo menyayatnya dengan pisau, mengikis catnya, lantaran frustrasi atas ketidakmampuannya untuk berkarya atau kemungkinan karena ajalnya sudah dekat.

Tibol, yang menjadi saksi tindakan destruktif dan menentukan ini, menyebutnya sebagai "ritual pengorbanan diri".

"Ini sangat menarik dalam hal estetika - ketika tubuh Anda tidak bekerja lagi, ketika otak Anda tidak cukup untuk menggambarkan apa yang ingin Anda lukis, satu-satunya sumber yang tersisa adalah mendekonstruksi lukisan.

"Ini sangat kontemporer, konseptual posisi tentang seni: bahwa lukisan itu ada tidak hanya dalam keahliannya, tetapi juga apa yang menurut saya, lukisan itu berdiri."

Kita ditinggalkan dengan lukisan yang tidak sempurna, tentu saja sebuah dunia yang jauh dari hal yang baik-baik saja, permukaan halus dan perhatian terhadap detail potret diri Kahlo yang lebih terkenal - tetapi tetap saja itu adalah karya sangat kuat yang layak untuk diketahui.

Ada sesuatu yang sangat mengharukan dalam diri seorang seniman yang begitu tersohor karena menciptakan citra mereka sendiri dengan menggunakan tindakan kreatif terakhir mereka untuk secara sengaja menghancurkan citra itu.

Bahkan dalam melenyapkan dirinya sendiri, Kahlo membuat karyanya berbicara keras kepada kami.

 

Holly Williams

bbc.com

  YORUMLAR

0 Yorum YORUM YAP
Bu Haber'e ilk yorum yapan siz olun.
  FACEBOOK YORUM
Yorum
YUKARI